Pages

Subscribe:

Ads 468x60px


Get this widget!

Senin, 21 April 2014

Kaum Muslimin kalahkan Syiah berarti patahkan sayap Zionis



Pemerintah Jabar Dukung Terbentuknya Aliansi Nasional Anti Syiah

  • “Pemprov Jawa Barat memberi dukungan kepada umat Islam yang berupaya menjaga nilai-nilai agar tidak tercemar aliran sesat,” terang Ahmad Hadadi dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Barat
  • Ulama Dan Umat Padati Masjid Al Fajr Bandung Untuk Deklarasi Nasional Anti Syiah
  • Kiai Athian Ali: Antara Ahlus Sunnah dan Syiah tak akan Pernah Ketemu
  • “Bagaimana mungkin kita, umat Islam yang mengharamkan zina dapat bertemu dengan pihak yang menghalalkan zina dengan cara mut’ah,” tegas Athian Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah.
  • Ketua MPU: Di Aceh Tidak Ada Tempat Bagi Syiah
  • Musyawarah para ulama (Dewan Syura dan Dewan Pakar) Aliansi Nasional Anti Syiah menyepakati untuk mendesak MUI agar mengeluarkan fatwa sesatnya syiah. Juga akan menempuh jalur hukum sebagaimana  kasus Syiah Sampang, terbukti Tajul Muluk pentolan syiah menodai agama, melanggar pasal 156a KUHP, menganggap Al-Qur’an diragukan kemurniannya.  Tajul Muluk dikenai vonis penjara 2 tahun di Pengadilan Nergeri Sampang, Juli 2012. Naik banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya divonisd 4 tahun penjara, September 2012. Kemudian kasasi ke MA dan ditolak, maka MA menetapkan vonis pengadilan tinggi Surabaya, penjara 4 tahun, Januari 2013.
Inilah berita tentang acara deklarasis anti syiah  di Bandung yang dilanjutkan dengan musyawarah.
***
Ulama Dan Umat Padati Masjid Al-Fajr Bandung Untuk Deklarasi Nasional Anti Syiah

BANDUNG– Sekira 7 ribu kaum Muslimin memadati masjid Al-Fajr Cijagra, Buahbatu, Bandung Jawa BaratAhad (20/4/2014) untuk menjadi saksi mata dan badan deklarasi aliansi anti Syiah nasional. Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga waktu Zhuhur tiba ini dihadiri oleh para aktivis dakwah dari seluruh penjuru tanah air, seperti dari Aceh, Sumatera Barat, Madura, Balikpapan dan Makassar.
Tuan Rumah acara deklarasi ini KH. Athian Ali Muhammad Dai mengatakan, tempat ini (masjid dua lantai dan area halaman) dapat menampung 5 sampai 7 ribu, “Sekarang sudah terisi penuh,” ujarnya.
Saat arrahmah.com tiba di lokasi pukul 08.00 jamaah sudah memadati tempat terbuka yang dipasangi layar lebar di sebelah selatan masjid Al Fajr. Sementara kaum Muslimin terus berdatangan, antusias mengikuti acara.
Ketua panitia acara Ustadz Tarjono Abu Muas menyebut beberapa ormas Islam dan laskar umat Islam yang hadir dan menjadi barisan pengamanan pada acara ini, diantaranya NU, Muhammadiyah, MMI, JAT, FPI Jawa Barat, LPAS (Laskar Pemburu Aliran Sesat), Pemuda Persis, GARIS, GARDAH, Pendekar Gajah Putih, Pendekar Siliwangi, Tarung Derajat, Syufu Thai Sukan, Tifan, Fokan, Grup Romli (Rombogan lillahi Ta’ala).
Dalam sambutannya KH Athian Ali menegaskan bahwa pertemuan pada hari Ahad ini bukan lagi untuk memperdebatkan atau mempertemukan ajaran sesat Syiah dengan Islam. Tapi untuk menegaskan kembali kesesatan ajaran agama Syiah yang berkedok Islam.
“Bagaimana mungkin kita bisa mempersatukan ajaran yang haq dan bathil. Bagaimana mungkin kita bisa mempersatukan dengan ajaran yang menghina Rasulullah. Bagaimana mungkin mempertemukan umat Islam dengan orang-orang yang menganggap para sahabat sebagai kafir. Bagaimana mungkin kita bisa bersatu dengan ajaran yang menghalalkan zina lewat mut’ah dengan ajaran Islam yang murni, ” tegas Athian di hadapan para ulama dan ribuan ummat di masjid Al-Fajr.
***
Gubernur Jawa Barat Dukung Terbentuknya Aliansi Nasional Anti Syiah
Gubernur menugaskan Ahmad Hadadi, Asisten Kesra Pemprov Jawa Barat untuk memberi sambutan mewakili Aher dalam acara Deklarasi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajri Bandung, Ahad 2o/4 2014.
Sekarang Pak Aher ada kunjungan ke Sukabumi,” kata Ahmad Hadadi dengan menjelaskan, Gubernur Aher tetap memberi dukungan atas terbentuknya Aliansi Nasional Anti Syiah ini.
“Pemprov Jawa Barat memberi dukungan kepada umat Islam yang berupaya menjaga nilai-nilai agar tidak tercemar aliran sesat,” terang Ahmad seperti dikutip hidayatullah.com.
Pada deklarasi aliansi ini dihadiri sejumlah tokoh Islam dan ulama. Seperti KH Abdul Hamid Baidlowi (ulama NU), Prof. Dr. KH Muslim Ibrahim (Ketua MPU Aceh), KH Muhammad Said Abdus Shamad Lc (Ketua LPPI Makassar), Prof. Dr. KH Maman Abdurrahman(Ketua Persis), Drs. KH Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI Balikpapan), KH Ahmad Cholil Ridwan Lc (Ketua MUI Pusat), Alhabib Zein Al Kaff (tokoh PWNU  Jawa Timur),  Muhammad Alkhathath (Sekjen FUI), Farid Ahmad Okbah MA (pakar Syiah), Prof. DR. Muhammad Baharun (pakar Syiah), Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI), dan KH Athian Ali M Da’i Lc. MA (Ketua FUUI).*
***
Kiai Athian Ali: Antara Ahlus Sunnah dan Syiah tak akan Pernah Ketemu
Ahad, 20 April 2014 – 11:49 WIB
  • “Bagaimana mungkin kita, umat Islam yang mengharamkan zina dapat bertemu dengan pihak yang menghalalkan zina dengan cara mut’ah.
Aliansi Nasional Anti Syiah ini didirikan untuk merealisasikan amanah-amanah musyarawah ulama tahun 2012 di Bandung
Sampai kapan pun antara Ahlus Sunnah dan Syiah tidak akan pernah bisa bersatu. Pernyataan ini disampaikan Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah, KH Athian Ali M Dai, Lc MA dalam sambutan deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajr Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Ahad (20/04/2014) pagi.
Kiai Athian mengatakan jika Syiah bukan bagian dari Islam (al-haq). “Yang haq itu haq, yang batil itu batil. Tidak bisa disatukan,” kata Kiai Athian.
Menurut Kiai Athian, antara Ahlus Sunnah dan Syiah tidak ada titik temu.
“Bagaimana mungkin kita umat Islam yang meyakini khususnya 10 sahabat yang dijamin surga dapat sejalan dengan pihak-pihak yang menganggap para sahabat Rasulullah itu kafir,” ujar Kiai Athian.
Lebih lanjut Kiai Athian mengatakan, “Bagaimana mungkin kita, umat Islam yang mengharamkan zina dapat bertemu dengan pihak yang menghalalkan zina dengan cara mut’ah. Bahkan tiga kali bermut’ah maka akan terbebas dari dosa dan masuk surga.”
Itu sebabnya pendirian aliansi ini sebagai upaya membendung bahaya Syiah yang sesat dan menyesatkan. Aliansi ini didirikan untuk merealisasikan amanah-amanah musyarawah ulama tahun 2012 di Bandung.
“Dengan wadah ini kita berharap bersatu padu, satu khittah al-Quran dan Sunnah. Mari bersama kita menyelamatkan akidah umat dari Syiah yang sesat dan menyesatkan,” demikian Kiai Athian.
***
Ketua MPU: Di Aceh Tidak Ada Tempat Bagi Syiah
Ahad, 20 April 2014 – 19:34 WIB
Prof Dr Tengku Muslim berharap daerah-daerah lain mewaspadai bahayanya gerakan Syiah.

Prof Dr Tengku Muslim Ibrahim, Ketua Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Aceh, menegaskan bahwa Nanggroe Aceh Darussalam adalah bumi ahlus sunnah wal jamaah.
“Sesuai dengan Perda akidah umat, maka akidah yang bisa berjalan di Aceh adalah akidah ahlus sunnah wal jama’ah. Syiah tidak ada tempat di Aceh,” kata Tengku Muslim saat berorasi pada deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajr Bandung, Jawa Barat, Ahad (20/4/2014).
Fatwa ulama Aceh juga menyebutkan, Syiah merupakan aliran di luar Islam.
“Jadi secara organisasi Syiah dilarang di Aceh,” tegas Tengku Muslim.
Tengku Muslim berharap daerah-daerah lain juga mewaspadai bahayanya gerakan Syiah.
“Aliansi Anti Syiah ini diharapkan dapat berkembang ke pelosok-pelosok,” kata Tengku Muslim.*
***
Mendesak MUI dan menempuh jalur hukum
Musyawarah para ulama (Dewan Syura dan Dewan Pakar) Aliansi Nasional Anti Syiah menyepakati untuk mendesak MUI agar mengeluarkan fatwa sesatnya syiah. Juga akan menempuh jalur hukum sebagaimana  kasus Syiah Sampang, terbukti Tajul Muluk pentolan syiah menodai agama, melanggar pasal 156a KUHP, menganggap Al-Qur’an diragukan kemurniannya.  Tajul Muluk dikenai vonis penjara 2 tahun di Pengadilan Nergeri Sampang, Juli 2012. Naik banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya divonisd 4 tahun penjara, September 2012. Kemudian kasasi ke MA dan ditolak, maka MA menetapkan vonis pengadilan tinggi Surabaya, penjara 4 tahun, Januari 2013.
Kasus proses Tajul Muluk sampai terbukti bahwa syiah yang dibawanya itu jelas menodai agama dan divonis pengadilan (sampai tiga tingkat pengadilan) itu dituturkan secara rinci dalam musyawarah di Bandung ini oleh Ulama dari Madura. Dari situlah disepakati, berbagai kasus penodaan agama oleh Syiah yang selama ini telah meresahkan masyarakat tidak boleh dibiarkan, maka perlu ditempuh jalur hukum, dan mensosialisasikan kepada umat bahwa Syiah jelas-jelas menodai agama. Sedangkan Pemerintah tidak boleh mendiamkan terhadap pihak-pihak bahkan kelompok yang menodai agama yang sah. Karena tugas pemerintah adalah melindungi warganya.

Jumat, 18 April 2014

Jokowi Menjadi Ancaman Nasional Indonesia?


JAKARTA - Mega, Jokowi dan sejumlah tokoh melangsungkan pertemuan di rumah Presiden Direktur PT Gesit Sarana Perkasa, Jacob Soetoyo, Permata Hijau, Jakarta Selatan tadi malam, membahas tentang masa depan politik Indonesia, dan dukungan negara-negara Barat kepada Jokowi. 
Selain Mega, Jokowi, Sabam Sirait, hadir  Dubes Amerika Serikat (AS) Robert O.Blake Jr, Dubes Norwegia Stig Traavik, Dubes Vatikan Mgr Antonio Guido Filipazzi, Dubes Myanmar U Min Lwin, Dubes Meksiko Melba, Dubes Peru Roberto Seminario Purtorrero, dan Dubes Inggris Mark Canning .
Pertemuan tertutup antara pucuk pimpinan dan capres PDIP dengan beberapa dubes itu berlangsung tertutup selama 2,5 jam, dari pukul 19.30 WIB hingga 10.00 WIB.
Selesai pertemuan, Jokowi dan Mega keluar dari kediaman Jacob Soetoyo, yang juga pemilik  Hotel JS Luwansa, berbareng. Namun, keduanya langsung naik ke mobil Marcedes Benz bernomor polisi B 609 HPM di halaman rumah yang berlokasi di Jalan Sircon G73, Permata Hijau itu.
Meskipun dicecar pertanyaan oleh berbagai wartawan, Jokowi dan Mega tutup mulut mengenai pertemuan tadi malam, tanpa membuka kaca mobilnya.
Ketika keluar dari halaman rumah, mobil yang ditumpangi Jokowi dan Megawati langsung pergi dan berusaha meninggalkan jejak.
Beberapa meter dari rumah, Jokowi turun dari mobil Mega dan masuk ke mobilnya, Kijang Innova Luxury putih bernopol B 1567 PRA dan langsung meninggalkan lokasi.
Sebuah sumber yang bersifat “inside” sebelum Mega memutuskan mencalonkan Jokowi, berlangsung pertemuan di Singapura yang dihadiri oleh ‘tujuh’ tokoh, diantaranya James Riyadi. Jokowi dan PDIP akan menjadi ancaman masa depan bangsa Indonesia. Karena nyata-nyata dibelakang Jokowi, kepentingan Barat dan Kristen. (afgh/dbs/voa-islam.com) Selasa, 15 Jumadil Akhir 1435 H / 15 April 2014 15:20 wib
 ***
Tujuh Negara Asing Dibelakang Mega-Jokowi
JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) membuktikan bahwa Jokowi sebagai calon presiden (capres) mendapat dukungan internasional atau negara asing. Ini tergambar sejumlah Dubes di Jakarta yang melakukan pertemuan dengan Mega dan Jokowi.
Sejumlah wakil negara asing sudah melakukan pertemuan tertutup dengan Mega dan Jokowi. Tujuh negara yang bertemu itu, diantaranya, Dubes Amerika Serikat, Dubes Vatikan, Dubes Myanmar, Dubes RRC, Dubes Meksiko, Dubes Turki, dan Dubes Peru, Senin, 14/4/2014.
Pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Jokowi dengan tujuh dubes itu berlangsung  di rumah pengusaha Jocob Soetoyo. Pertemuan itu pun menimbulkan spekulasi politik jelang Pilpres 2014. Ini bisa dilihat siapa-siapa yang berada di belakang Jokowi, dan mulai melakukan konsolidasi, termasuk adanya kemungkinan ‘deal’ politik antara Mega, PDIP, dan Jokowi dengan ‘Tujuh’ negara yang sudah bertemu itu.
Megawati sudah ‘prepare’ melakukan kerja sama guna mendapatkan dukungan dunia internasional. Megawati meminta masukan soal cawapres pendamping Jokowi. Jadi Mega, PDIP, dan Jokowi hanya menjalankan agenda kepentingan asing. Bukan menjalankan agenda kepentingan nasional Indonesia. Termasuk Mega, PDIP, dan Jokowi minta ‘petunjuk’ siapa yang bakal menjadi cawapres Jokowi.
Negara yang paling berkepentingan terhadap Indonesia Amerika,Vatikan, Cina, Myanmar, Tukri, dan Meksiko. Amerika paling besar kepentingan terhadap Indonesia. Banyak perusahaan raksasa Amerika beroperasi di Indonesia, seperti Mc.Moran yang mengelola Free Port, dan sejumlah perusahaan minyak di Indonesia.
RRC sama dengan Amerika memiliki kepentingan yang besar terhadap Indonesia. Karena, Indonesia pemasok terbesar gas dan batubara kepada Cina, sejak zamannya Mega. Selain itu, RRC ingin memastikan jaminan keamanan bagi komunitas Cina di Indonesia yang sudah menguasai 80 persen asset ekonomi Indonesia.
Myanmar, juga ingin mendapatkan jaminan dari Jokowi, terhadap dampak kekejaman kaum Budha di Myanmar agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi Myanmar. Turki mewakili negara Muslim yang ingin melihat bagaimana kebijakan Mega dan Jokowi di masa depan. Jokowi seorang Muslim ‘abangan’, pasti lebih akomodatif kepada kepentingan asing dan barat.
Sementara itu, Vatikan ingin mendapatkan jaminan bagi warga Katolik di Indonsia, tidak seperti terjadi di Malaysia. Di mana kelompok Kristen dilarang menyebarkan agama mereka kepada kelompok Muslim, termasuk larangan kegiatan di telivisi, dan bahkan di Malaysia orang kristen tidak boleh menggunakan kata ‘Allah’.
Sejatinya, “Pertemuan itu uji publik figur cawapres lewat pendekatan internasional, manakah cawapres Jokowi yang cocok mendampingi kekurangan beliau yang potensial untuk menang,” kata salah seorang fungsioanaris PDIP.
Betapa nasib Indonesia diserahkan kepada asing, bukan Mega sebagai Ketua Umum PDIP, yang selalu mengatakan dirinya anak Bung Karno, dan memiliki jiwa patriot dan nasionalisme. Ternyata palsu.
Dikutip dari nahimunkar.com dengan perubahan

Hadiri dan Ikuti!! “ DEKLARASI ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH “

Hadiri dan Ikuti!! “ DEKLARASI ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH “



.

Bismillah
Gerakan Syiah Semakin Masif dan Berani dalam menyebarkan faham dan ajaran-ajaran sesat mereka
Hadirilah dan Ikutilah!!!
“ DEKLARASI ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH “
(Insya Alloh dihadiri dari 100 Ulama/Da’i dari Seluruh Nusantara)
Waktu: Ahad, 20 April 2014 M
Pukul: 08.30 Wib s/d Selesai
Tempat: @ Masjid al-Fajr, Jln. Cijagra Raya Buah Batu, Bandung-Jawa Barat.
Diisi oleh 12 Pemateri , diantaranya:
1.  KH. Abdul Hamid Baidlowi (Tokoh NU/Nahdhatul Ulama)
2.  Prof. Dr. KH. Muslim Ibrahim (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama/MPU Aceh)
3.  KH. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc (Ketua LPPI-Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam, Makasar)
4.  Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketum PERSIS-Persatuan Islam)
5.  Drs. KH. Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Balikpapan)
6.  KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat)
7.  Al-Habib Zein Al-Kaff (Ketua Front Anti Aliran Sesat-FAAS Jawa Timur, Pengurus NU Jawa Timur)
8.  Drs. KH. Muhammad Nuruddin A.Rahman, SH (Pengasuh Ponpes Al-Hikam Bangkalan Jawa Timur)
9.    KH. Ir. Muhammad Khaththath (Sekjen FUI-Forum Umat Islam)
10.  KH. Dr. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA (Pengasuh Yayasan Islamic Centre Al-Islam, Bekasi-Jawa Barat)
11.  Al-Habib Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MA (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan)
12.  KH. Dr. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA (Ketua FUUI-Forum Ulama Ummat Indonesia)
*Acara Juga akan dihadiri Insya Alloh Bapak Dr. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat) dan Pakar Syiah diantaranya:
1. Ustadz Drs. Hartono Ahmad Jaiz (Pakar Aliran Sesat dan Pimred Situs www.nahimunkar.com)
2. Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc, M.Ag (Pakar Syiah dari Malang Jawa Timur)
3. Ustadz Yusuf Usman Baisa, Lc (Pengurus Perhimpunan Al-Irsyad) * dalam konfirmasi
4. Ustadz Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Pimred Situs Anti Syiah www.sunnahdefenceleague.com)
5. Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc, MA (Ketua Umum Yayasan Ats Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Da’i Irian/Papua)* dalam konfirmasi
Yang siap partisipasi tenaga, silahkan bergabung dengan kami Lembaga Anti Syiah (Sunnah Defence League-SDL) Bagian pengamanan. Sms: 0878.7315.9116
Bagi yang tidak berkempatan hadir dapat mendengarkan siaran langsung melalui radio dakwah streaming di: www.radiorisalah.com, yang dapat diakses via: NUX Radio, Blackberry, Android, dan ZENO RADIO bagi pendengar yang berdomisili di Amerika dg melalui Tlp. (302) 797 4038. CP : WahtsApp: 081 223 723 714. (Ustadz Tardjono Abu Muas/Ketua Panitia)
Silahkan Sebarkan/Share keMuslim dan Muslimah Lainnya, Syukron !!!